RANCANGAN TUHAN : TAKDIR atau PILIHAN?
Ada orang yang mengatakan bahwa Tuhan telah menggambarkan setapak demi setapak langkah kita di dunia yang kecil ini, sehingga apapun yang terjadi takkan luput dari jalan cerita-Nya yang kita sebut itu takdir atau nasib. Mulai dari rancangan besar sampai detail terkecil dari kehidupan kita telah ditentukan, karir, kesehatan, jodoh, sebagai apa kita terlahir, siapa kita sekarang, dan akan jadi apa kita nantinya sudah di tuliskan dalam kitab nasib, kita hanya bisa menyerah, kipas-kipas menikmati kehidupan atau guling-guling disiksa kejamnya dunia. Jadi apa bedanya kita dengan bidak catur yang sewaktu-waktu akan termakan dalam alur permainan atau boneka barbie yang main rumah-rumahan di tangan anak kecil umur 5 tahun yang kadang ditimang kadang dilempar??
Dalam yeremia 29 : 11 (sumber ini diambil menurut keyakinanku) dikatakan "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."
Lho? Kalau begitu saat kita sakit, saat kita jatuh, kecelakaan, apes, bangkrut, terkapar, patah hati, putus asa, GALAU dan lain-lain, Tuhan jelas tidak merancangkannya untuk kita, terus apa donk? Masak sih itu termasuk dalam "side story" kitab kehidupan kita? Semacam cerita tambahan yang tidak akan mengubah jalur cerita utama? Kalau begitu semua pilihan dan kemungkinan dalam pikiran kita adalah palsu ya, kan semua sudah dirancangkan dalam 1 plot kehidupan yang komplit (pake sambel, telor, ma lalapan) beserta skenario-skenario tiap adegannya? Percuma donk kita dikasih otak kalau semua pilihan kita tidak dapat mengubah takdir, hemm... kayaknya teori ini ngga terlalu sesuai ketetapan berpikirku (Do you want to keep this setting in your brain? | No | Try other option? | Yes), jadi kupikirkan alternatif lain untuk ditinjau.
Ada orang yang percaya bahwa hidup kita sepenuhnya ada di tangan kita, segala sesuatunya bergantung pada apa yang kita lakukan, seberapa keras kita berusaha, sekuat apa kita mencoba. Life is about choices, rangkaian pilihan yang kita ambil dalam hidup ini akan menentukan jadi seperti apa kita nantinya, hemm... bener juga, masuk akal, menarik, dalam game-game RPG yang kumainkan pun seperti demikian adanya, sebuah pilihan yang berbeda dapat membawa kita pada cerita yang berbeda, maka para pilihan di otakku mulai bersorak-sorai menyetujui teori yang satu ini, tapi... perasaanku mengatakan masih ada yang janggal. Dalam hidup ini selalu ada faktor X yang menyebabkan hidup manusia ini sulit untuk ditebak, tidak seperti game. An X factors like miracle, luck, chance, external affection always be there to change our life, our choices result, etc.
Tertulis dalam Roma 8 : 28 bahwa "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."Jadi teori yang kedua juga tidak terlalu tepat donk, jika hidup ada di tangan kita sepenuhnya, maka dimana Allah akan bisa bekerja dalam hidup kita? Dan sekeras apapun kita berusaha, kita tetap tidak bisa mengatur hal-hal di luar akal sehat kita, selalu ada faktor X yang mengubah rancangan manusia. Alhasil, kumulai pertapaan dalam rangka pencarian jawaban, mencari sesuatu yang diterima oleh pikiranku tetapi tidak melanggar perasaanku. Suatu ketika kubaca mengenai "IMAN dan BERSERAH". Iman adalah percaya tanpa embel-embel, bahwa Tuhan itu ada dan Dia turut bekerja, TITIK, sedangkan berserah adalah mempercayakan hidup kita, mengerjakan apa yang menjadi bagian kita lalu mempercayakan hasilnya pada Tuhan.
Bermalam di pulau dewata awal minggu ini (karena tugas dari perusahaan, bukan jalan-jalan, BACA : bukan jalan-jalan) memberiku kesempatan menemukan satu film yang mirip dengan gambaran di otakku, The Adjustment Bureau (2011). Pernah nonton film itu? Di sana diceritakan bahwa Tuhan telah menetapkan sebuah rancangan untuk orang-orang tertentu yang akan membawa dampak besar bagi dunia, dan para malaikat bertugas untuk memastikan rancangan itu terwujud, whatever it cost! Ketika si tokoh utama mengetahui hal tersebut, dia punya dua pilihan,
1. ikut pada "rancangan Tuhan" dan dia akan menjadi "orang besar" sesuai mimpinya atau
2. membelot dan tetap mengejar cintanya, tapi kehilangan kesempatan no 1
Pada akhirnya dia memilih untuk mempertahankan cintanya dan tetap memperjuangkan pilihannya itu sepanjang sisa film tersebut, meski para malaikat berusaha untuk mengubah jalurnya, membuatnya putus asa, tapi dia tetap bertahan dan berhasil, and happy ending bla bla bla...
Nah disinilah kesamaan film itu dengan pemikiranku, di akhir pilihan si tokoh utama, Tuhan tetap hadir dalam kehidupan si tokoh utama dan pasangannya, Dia tidak marah karena rancangan-Nya dilanggar, tetapi Dia merancangkan kebaikan lain dalam hidup mereka. Dalam hidup ini, kita memiliki banyak sekali pilihan, dan banyak tidak berujung baik, hal itu membuat kita takut dan khawatir dengan nasib kita di kemudian hari.
"Bagaimana jika aku salah memilih?"
"Bagaimana kalau bukan ini yang terbaik?"
"Bagaimana kalau aku memang ditakdirkan sebagai orang yang gagal?"
"Kenapa seperti ini? Apa salahku?"
"Aku sudah terlanjur begini begitu, sudah tak ada jalan."
Hoi! Kita punya Tuhan yang baik dan dahsyat, kerjakan yang terbaik untuk bagianmu dan serahkan sisanya pada Dia. Meski kita mengambil pilihan yang salah, Tuhan akan selalu merancangkan kebaikan selanjutnya untuk kita, di setiap ujung jalan yang dipilih orang percaya selalu ada Tuhan, yang siap merancangkan kebaikan yang baru bagi anak-anak Nya. Galau itu reaksi yang paling jujur dan spontan saat kita menghadapi masalah, tapi galau berkepanjangan adalah penyakit orang yang tidak percaya. Hidup akan selalu berada di antara pilihan dan iman percaya kita, kita dan Tuhan adalah penentu hidup kita sendiri, seperti apa kita sekarang, dan akan jadi siapa kita di masa mendatang. Work together with God, makes everything easier, so smileee :3
This is my story, how about you?