Jumat, 27 April 2012

Tulisan Singkat Tentang Bersyukur

"...kau cinta pertama dan terakhirkuu..."

Romantis ya? Tapi itu bukan nyanyian kasmaran atau puisi cintaku untuk seseorang, melainkan suara 3D jernih ringtone handphoneku yang baru. Kukeluarkan hp ku dari saku belakang celana jeans bermerk yang kupakai, caller ID : Mama, eh si nyak telepon, dengan sedikit sentuhan jempolku pada layar hp maka panggilan pun otomatis kuterima, benar-benar teknologi warteg semasa kuliah yang diterapkan pada gadget masa kini.

"halo mam... ada apa?"

"papamu... papamu masuk rumah sakit, papa kena stroke, kamu cepetan ke sini, mama takut."

"iya ma, aku segera ke sana, tunggu sebentar."

Akupun segera mengambil dompet dan beberapa lembar uang dari brankas, buka pintu bagasi, tancepin kunci rumah ke kendaraan, dan bergegas menuju ke... ke... ke mana? Pap dirawat di mana? Aduh lupa tanya >< mana nih kunci nyangkut pula.

Setelah beberapa kali berbicara dengan cew bersuara seksi ("nomor yang anda panggil sedang sibuk, silahkan coba beberapa saat lagi") kemudian akhirnya mam sadar juga kalau aku meneleponnya dan memberi tahu di rumah sakit mana mereka. Dengan 4 buah roda mewah di bawah kakiku aku segera menuju ke rumah sakit xyz tempat papa dirawat.

Sesampainya di rumah sakit akupun segera berlari dari tempat parkiran tanpa memperhatikan ada nonik cantik berbaju biru sedang makan es krim di kantin, juga tidak melihat nonik manis di lorong bergandengan dengan mamanya, apalagi melirik suster berbaju putih yang menawan bernama susi, mana sempat aku memperhatikan semuanya itu? (jangan tanya bagaimana aku bisa tahu)

Setelah melewati beberapa cew cantik kemudian... aku baru sadar, ternyata mamaku lupa kasih tau nama dan nomor ruang tempat papa dirawat... ngg... yah setidaknya aku tahu kalau aku benar anak mama, ceroboh 7 keturunan kali ye. Untung ada resepsionis yang suka menolong dan baik hati yang memberiku informasi cuma-cuma >< akhirnya setelah seperempat jam berputar melihat pemandangan, aku melihat mama berada di depan kamar.

"papa knapa ma?"

"papamu kena stroke karena stress, perusahaan kita yang telah dibinanya bertahun-tahun terpaksa ditutup karena resesi ekonomi, bahkan kita harus menukar rumah kita saat ini dengan rumah yang 3x lebih kecil dan hanya bisa menyimpan salah satu mobil kita yang paling hemat premium agar kita dapat membayar hutang pada bank dan pesangon para karyawan."

"owwhh... gitu toh ceritanya, trus knapa bisa stress?" tanyaku dengan muka bingung.

"kita kehilangan banyak nak, bagaimana ngga stress? sisa harta kita paling-paling cuma bisa buka toko kecil aja. Sekarang kita miskin nak, miskiiinn..."

"Ngga juga mam, kita masih kaya koq, papa juga kaya, lihat aja, walaupun usaha kita jatuh, tapi tidak satupun karyawan yang tidak dapat pesangon, tidak satupun hutang yang tidak terbayar, kita tidak melakukan kecurangan atas berkat orang lain kan? Kita masih punya tempat tinggal, masih sisa satu mobil juga, masih punya modal untuk merintis toko kecil untuk penghidupan, aku juga akan segera bekerja, masih banyak orang yang jauh lebih susah daripada kita dan mereka bisa hidup bahagia, kenapa kita sedih?"

"Bener juga y nak, wah kalau gitu papamu yang lebay, ngapain sih pake acara stroke segala, yuk dah dibangunin aja biar ga perlu bayar biaya rumah sakit mahal-mahal."

"o_O (gue punya nyak satu ini kalau ngomong enak bener) ngg... mam, anuu... ituu... pap kl kena beneran stroke mana bisa dibangunin."

"Ah gampang. Mama udah pasang alarm seperti biasanya, sebentar lagi juga bangun!!

Dan benar saja, hanya berlalu beberapa detik kemudian alarm jam weker ayam pusaka keluarga yang ditinggalin mam di dalam kamar pun bunyi, aku dan mama segera masuk ke kamar, dan... -_-a kami melihat papa sedang duduk di ranjang sambil makan roti kacang pemberian om tetangga debelah rumah, astaga, kesembuhan dari stroke tercepat yang pernah aku tahu (atau ending cerita yang terlalu dipaksakan penulis).

Yah beginilah enaknya punya keluarga easy going, punya uang ok, uang hilang pun ok, selama Tuhan mencukupkan. Terkadang kita tidak tahu betapa beruntungnya kita dengan segala yang kita miliki, selalu melihat ke depan dengan tangan yang tak lelah menggapai mimpi yang digantung bersama bintang, tapi lupa untuk menjejakkan kaki di bumi dan gagal melihat keindahan di sekitar kita, bersyukurlah dengan apa yang kita miliki terlebih dahulu sebelum lanjut melangkah..

                                                                                                              This is my story, how about you?

Jumat, 06 April 2012

Paskah oh paskaahh...

         Happy easter everyone!! Kenapa setiap kali memperingati paskah banyak wajah-wajah yang sedih dan mellow? Yaa... memang sudah wajar sih kalau peringatan kematian tidak semeriah perayaan kelahiran, tapi kita harus ingat bahwa jika Yesus hanya lahir dan tidak mati (dan bangkit pada hari yang ketiga) maka injil keselamatan itu tidak akan tergenapi. Justru karena kematian-Nya lah hidup kita ditebus dari dosa, karena itu bergembiralah, give thanks, praise Him, worship Him!!

         Paskah kali ini aku mengalami kejadian yang unik, dimana aku menyadari bahwa aku melakukan kesalahan, sebut saja itu dosa (ingat! dalam kekristenan tidak ada pemberian rating untuk ukuran kesalahan, peduli amat kau maling ayam atau maling gajah, dosa tetaplah dosa) dan hari itu (kamis putih) aku memutuskan untuk "rehat" dari ibadah pemuda di gerejaku, entah kenapa rasanya maleeeesss banget. Keesokan harinya, saat aku sedang asyik browsing internet, tiba-tiba terdengar sebuah kalimat dalam pikiranku. "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini." Hemm... aku jelas pernah denger kalimat itu, ada rasa penasaran yang lalu lalang di hati, tapi antara buka alkitab ma buka mozilla... ok lah, buka alkitab sbentar, pakai fitur search di aplikasi alkitab, cepat sajalah ktemunya.
Yohanes 3 : 16. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
         Owhh... ayat yang sudah sering aku baca, emang sih pas banget ma tema paskah, tapi apa yang spesial? Kenapa aku diingatkan tentang ini? Saat mau nutup tuh aplikasi alkitab, tiba-tiba ada dorongan untuk membaca sedikit lanjutannya, dan sampailah pada ayat-ayat yang membuatku termenung untuk beberapa menit lamanya.
Yohanes 3 : 19 - 21. Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah."
 Ngg... sepertinya memang inilah yang Tuhan ingin aku baca, Roh Kudus dalam hatiku tahu kalau aku lagi nakal + bandel sehingga aku diingatkan. Ayat itu memngajarkan salah satu cara bagaimana membedakan antara perbuatan yang benar dan yang salah, cukup jelas bukan? Saat melakukan kesalahan sifatku benar-benar seperti anak kecil yang menyembunyikan jejak kenakalannya, malu, takut, cemas. Well perasaan kali ini menghantuiku cukup lama, sampai malamnya aku datang ke kebaktian jumat agung.

         Pada awal worship, perasaanku benar-benar ngga tenang, ngga semangat, tapi hatiku terus mengatakan "sembah sembah sembahlah Tuhanmu, lepaskan bebanmu di luar, berikan hatimu." Yawda alhasil nyanyi aja dah, sedikit demi sedikit perasaanku semakin dilegakan, ada rasa damai, ada sukacita yang unik (mulutku tiba-tiba saja tersenyum, hampir tertawa). Ketika pak gembala menyampaikan firman Tuhan, sekali lagi aku diberikan sesuatu yang meneguhkan.
Mazmur 103 : 8 -13. TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam.Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia; sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita. Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.
Singkat cerita, malam itu aku hanya bisa diam dan tertawa, serasa kayak anak kecil yang dipeluk Papa nya saat nakal, hangat, nyaman. Aku jadi teringat saat dulu aku memeluk salah satu anak bernama Ata, sekarang aku tahu rasanya, dan aku pengen lagi >.< well, happy easter again sobat!!

This is my story, how about you?

Senin, 02 April 2012

"Pendidikan menghancurkan mental Bangsa?"

Pendidikan adalah sebuah pedang bermata dua, dapat menyelamatkan atau semakin menghancurkan.

         Ironis memang, tapi itulah kenyataan yang saya alami (memasuki sesi curhat), mungkin kalimat itu belum berlaku untuk pendidikan setara taman kanak-kanak, tapi sejak terjun ke sekolah dasar kita pasti sudah dapat menikmati gejala-gejalanya. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat untuk menuntut ilmu dan penanaman nilai-nilai kehidupan, justru sekarang menjadi ajang pencarian nilai dan sekaligus tempat pembuangan uang. Hemm... sample mudahnya adalah pelajaran agama dan PPKN (pendidikan pancasila dan kewarganegaraan), pernah sesekali aku coba bertanya apa yang mereka dapatkan dari pelajaran itu, dan jawabannya relatif sama, "Banyak kak! Banyak banget materi yang harus dihafalin." Hah?! Dihafalin? Penerapannya gimana? Lantas mau dibawa kemana nilai-nilai moral, budi pekerti luhur, kerohanian yang harus ditanamkan? Tenang... sebagai gantinya banyak koq nilai-nilai yang seringkali "dibiasakan" sejak kecil, silahkan dicermati dan anggukkan kepala anda.

         "Banyak teori dan sedikit praktek. Pengetahuan itu penting!" Yak inilah pelatihan untuk mencetak warga negara kritis dan puitis, banyak omong sedikit bertindak, full of statements without action. Nilai ini bisa dibilang cukup sukses menjamur di negara kita, bisa dilihat figur-figur politikus yang sangat pandai mengumbar janji dan ngeles saat dimintai pertanggungjawaban dan bukti nyata. Andaikata seorang melankolis berhasil menjadi kader politik dalam D*R mungkin dia akan berkata begini "Kami memikirkan nasib rakyat! Hiruk pikuk dalam ruangan sidang mengganggu konsentrasi kami sehingga kami sulit berpikir, karena itu kami harus tidur saat sidang, alam mimpi JAUH LEBIH TENANG." Tapi sayangnya, pendidikan saat ini sudah mulai menerapkan banyak praktek walaupun belum secara merata, jadi mungkin nilai ini bakalan sedikit berkurang di masa mendatang.

         "Intimidasi dan kekerasan itu sah! Lebih cepat lebih baik." Masih perlu dipertanyakankah kenapa bangsa kita relatif lebih sehat, aktif, ceria, anarkis, agresif, dan brutal? Ambillah contoh supporter sepak bola, sementara banyak negara lain berlomba-lomba untuk menunjukkan semangat, sportifitas, dan kreatifitasnya dalam mendukung team kesayangannya, supporter kita malah berusaha mempromosikan produk-produk dalam kemasan botol dan kaleng, teknologi canggih sinar laser, dan otot hasil latihan sebagai kuli panggul, mengesankan! Kenapa begitu? Karena survey membuktikan bahwa intimidasi dan kekerasan berhasil menunjukkan reaksi yang lebih cepat daripada didikan dan nasihat (ibarat obat nyamuk, cukup skali semprot langsung tewas seketika). Alhasil para pendidik yang "cerdas" pun akan menggunakan cara ini untuk "menjinakkan" anak-anaknya, maka silahkan petik buahnya pada generasi mendatang.

         "Gapailah tujuan apapun caranya. Manfaatkan kesempatan dalam kesempitan." Nilai paling kecil harus 7, skor minimal harus B, IP ngga boleh kurang dari 3, Mata pelajaran A B C D ... Z harus bisa tuntas semua, ayok-ayok kejar setoran, kalau gagal ngga lulus, ngga bisa lanjut sekolah, ngga bakal dapet kerjaan yang baik! Di Indonesia, kurikulum cenderung dipaksakan dengan konsekuensi yang berat tapi tanpa bimbingan yang tepat. Contoh kurikulum yang dipaksakan : Seberapa banyak dari anda yang mengerti bagaimana kita menerapkan LOGARITMA dalam kehidupan sehari-hari? Atau pernahkah anda teringat pada derajat bujur dan lintang berapakah negara kita berada? Jadi... kenapa ya dulu kita mencontek atau memaksa teman kita memberi jawaban? Karena kita terlalu dituntut untuk mencapai tujuan tanpa memperhatikan proses yang tepat. Kecurangan yang kecil adalah benih yang akan tumbuh dan berkembang menjadi kecurangan-kecurangan besar. Masih mau tahu kenapa banyak praktek KKN di negara kita? Sudah pasti jawabannya: UNTUK MENCAPAI TUJUAN (tapi dengan cara yang salah).

         "Guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga." Ini adalah yang terakhir yang akan kubahas sekaligus yang paling dahsyat!! Sejak awal dasar pendidikan kita dibangun, ini adalah quote, sumpah serapah, kata-kata iman, trademark, atau apalah istilahnya, yang sudah diukirkan dalam sanubari kita anak-anak muda, bahwa kita "akan" meniru perbuatan buruk atau kesalahan buruk dari guru kita dengan LEBIH BURUK lagi. Padahal guru juga manusia yang pasti akan ketahuan buruknya suatu saat, jadi.... Waw!! Benar-benar akan menjadi generasi penerus yang penuh kemajuan wkwkkw... Kira-kira 10 tahun lagi mau jadi bangsa seperti apa kita kalau itu beneran diterapkan? (parah -_-a). Suatu saat kita akan menjadi pendidik-pendidik di masa depan, jika kita tidak mau berubah dan tetap mengikuti keburukan guru kita di masa lalu, maka anak-anak kita juga sudah pasti adalah korban selanjutnya.

         Akhir kata, yang aku tuliskan di atas memang bukanlah kebenaran global (tidak semua pendidik seperti demikian), tapi masih banyak kutemukan di masa sekarang ini. Aku berterimakasih pada guru, dosen, instansi pendidik lain, dan bahkan orang tua yang masih mengajarkan nilai-nilai kebaikan bagi generasi muda. Berarti sekarang saatnya kita yang belajar untuk melakukan perubahan, jangan berharap anda akan dapat mengubah orang lain saat anda sendiri masih bersaing dengan kealotan daging kambing tua yang dijadiin sate. Thanks for reading :p

This is my story, how about you?