Jumat, 29 Juni 2012

The chosen, not the choices

The one who loves you will choose you, not let you be the choices. (orang yang mencintaimu akan memilihmu, bukan menjadikanmu pilihan)
         Orang yang serius dengan pencarian pasangan hidup akan membuka pintu audisi selebar-lebarnya kepada setiap lawan jenis yang ada di sekitarnya, seperti scanner yang akan membaca setiap detail yang dapat terlihat dan filter yang akan menyaring syarat-syarat yang ditentukannya, semacam seleksi alam untuk mencari yang berkompetensi dan lolos kualifikasi gitulah. Tapi proses ini seharusnya berhenti saat kita menemukan seorang kandidat yang mungkin sesuai dengan kebutuhan kita, untuk memastikannya maka kita melakukan semacam quality control yang disebut pacaran. Pacaran adalah masa penjajakan/percobaan dimana kita berusaha untuk saling mengenali dan menyesuaikan diri dengan pasangan kita, ini adalah masa dimana dia adalah yang terpilih, yang mana bersama dirinya, kita berniat untuk melanjutkan hubungan lebih lanjut jika syarat dan ketentuan yang berlaku terpenuhi. Sayangnya banyak orang yang tetap melakukan proses audisi dan seleksi terbuka selama pacaran sehingga mindsetnya dalam pacaran berubah.

         Kita semua tahu bahwa dalam setiap audisi dimana peserta atau kandidatnya banyak, maka proses eliminasi akan berlangsung dengan mudahnya, tidak perlu terlalu banyak pertimbangan karena masih banyak pilihan yang lebih baik, semakin banyak kandidat semakin mudah eliminasi dilakukan, begitu juga dengan relationship. Jika kita pacaran dengan mindset "pasangan kita adalah yang terpilih (sementara)" maka kita akan sangat hati-hati dalam memperlakukannya, berusaha untuk lebih mengerti, berusaha menyesuaikan diri, dan eliminasi hanya akan terjadi saat kita benar-benar sampai pada titik yang tidak bisa disatukan. Jika mindset kita "pasangan adalah pilihan dan masih banyak yang menanti di luar sana" (meskipun memang demikian kenyataannya) maka saat ada masalah atau sedikit ketidakcocokan, kita akan dengan mudah memilih untuk putus, berhenti, menyerah, ganti pasangan, tanpa berusaha untuk melakukan penyesuaian atau menambah pengertian.

         "Lah aku ngga seperti itu koq, aku setia ma pacarku, si ini kan cmn tak anggep ko2/ka2k ku aj, si itu kan cmn temen kecilku, si A itu cmn temen kuliah, si B cmn temen ngobrol aj." Tapi kenyataan yang sering terjadi adalah "temen" jadi "demen". Jika kita terlalu banyak dekat dengan lawan jenis yang "menarik dan terasa lebih perhatian" maka saat ada masalah dengan pasangan kita, tanpa sadar kita akan mendekat kepada mereka, hanya sekedar curhat, chat, sms, telp-an, atau mungkin dolan supaya ngga terlalu kepikiran tapi saat itulah proses audisi dan seleksi kembali terjadi, dan pasangan kita bukan lagi "the chosen" tapi hanya sekedar "one of the choices". Yah, terserah apakah kita mau mengakuinya atau tidak, mungkin tidak semua orang seperti ini, tapi banyak kasus yang sering kutemui sepanjang perjalanan (Bgm : Berita Kepada Kawan - Ebiet G. Ade). Dan termasuk yang manakah anda? It's your choice, you decide.

Jangan mencobai pasanganmu dengan banyaknya lawan jenis di sekitarmu.

This is my story, how about you?

Rabu, 13 Juni 2012

Berpisah sebelum menjadi buruk?!


         Dahulu ada seorang bijak yang mengatakan... "Jika kau ingin menyimpan hanya kenangan indah saja mengenai seseorang, maka berpisahlah sebelum kenangan buruk terjadi." Makna dari kata-katanya cukup sederhana koq, semakin lama kita bersama seseorang maka kita juga akan segera menemukan sisi buruknya, berpisahlah saat anda masih bahagia, maka anda akan berakhir seperti sebuah kisah dongeng klasik, "happily ever after and ALONE!!" A perfect goodness is impossible to find in the earth, it's just the matter of time until you find the truth.

         Udah pernah nonton shrek kan? Awal yang buruk tidak selalu selamanya berakhir buruk, bahkan akhir yang indah merupakan awal bagi kisah lainnya yang bisa saja buruk. Kenapa shrek dibuat sekuelnya adalah untuk menunjukkan hal itu, selama ini kita menganggap akhir yang indah dari sebuah kisah adalah tulisan happily ever after, tapi kita ngga tau apa yang terjadi setelahnya, bagaimana jika pangeran erik ternyata selingkuh, atau belle ketahuan hamil duluan di luar nikah, atau kalau ternyata si sleeping beauty benar-benar si gadis malas yang dibenci mertua hahaha...

         Semua kisah yang dibuat sekuelnya selalu menguak suatu problematika yang baru setelah akhir yang bahagia dan itulah yang menjadi bumbu dalam sebuah kisah hahaha... Pernahkah menonton suatu film yang tidak ada problemnya? Semua tokohnya non antagonis alias jiwa malaikat semua, kalau aku sih kayaknya segera terbang ke surga kapuk nonton film begituan, BOSEN oi. Karena itu berterimakasihlah pada mereka yang membuat hidupmu bermasalah, karena merekalah yang membumbui hidupmu hahaha...

          Semua itu hanyalah masalah persepsi, you have the choices and the right to make decision, and decide what kind of story you life in. Hidupku akan tetap menyenangkan meski banyak masalah berhamburan, tersenyumlah dari hati dan semua akan terasa lebih baik daripada saat kita menggerutu. Terkadang saat tak ada lagi yang bisa kita lakukan untuk menyelesaikan masalah kita, lakukanlah sesuatu untuk membantu orang lain dan jalan keluar akan menampakkan batang hidungnya bagimu.


This is my story, how about you?

Jumat, 08 Juni 2012

Tips dan Trik Khusus Mahasiswa Ruwet!!


         Pengalaman interview kemarin bener-bener berkesan, well... karena sensasi itu terakhir kurasakan saat sidang skripsi tahun lalu, jadi kali inipun lebih seperti nostalgia dengan masa lalu wkwkwkkw... Betapa kurangnya kemampuanku membuatku sadar, jika aku lolos berarti ada sesuatu yang berbeda dari diriku dan itu menarik perhatian mereka untuk menerimaku, dan akhirnya... kubuat juga “Tips dan trik untuk berhadapan dengan orang (dosen, klien, atau orang yang lebih otoriter) dalam keadaan tanya jawab (interview, presentasi, sidang, atau apalah) khusus mahasiswa ruwet.”

  1. Pastikan anda tidak terlalu banyak belajar, karena itu akan membuat ketegangan meningkat dan membuat konsentrasi anda buyar
  2. Usahakan jangan minum kopi karena jantung akan berdetak lebih kencang dan mebuat anda lebih gugup daripada biasanya, lagipula susu lebih sehat
  3. Jaga penampilan saat berada d depan, jangan sampai penampilan anda sehancur otak anda, begitupun bau nafas anda, cool calm and confidence
  4. Senyumlah yang tulus agar terlihat ramah, dilarang nyengir sinis, tertawalah sesekali untuk menunjukkan bakat humor anda, jangan sampai muka anda seperti sandal lawas kecemplung got
  5. Bicaralah dengan tenang, sopan, lugas, tepat sasaran, santai dan jangan terlalu formal, ingat tepat sasaran, jangan seperti bakul pasar jualan ikan
  6. Jangan mulai menyulut api dengan mengeluarkan statement atau istilah-istilah yang akan menyusahkan anda, ingat, orang di hadapan anda mudah terbakar dan anda akan menerima akibatnya
  7. Ambil kesempatan untuk menunjukkan karakter anda pada saat ada pertanyaan yang mudah, tunjukkan betapa pandainya anda memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan
  8. Untuk pertanyaan sulit, jawablah sejauh yang anda tahu, sebanyak-banyaknya, kemudian gunakan jurus amnesia atau hilang ingatan, itu akan lebih elegan daripada langsung mengaku kalau anda bodoh
  9. Debatlah kalau anda merasa benar atau merasa orang di depan anda salah, tapi ingat-ingat batas kesabaran orang itu beda-beda, mengalahlah saat suasana terlalu tegang
  10. Berterima kasihlah setelah selesai dan bersikaplah sok kenal dengan para pembantai anda, karena itu akan menambah nilai anda sebagai orang baik
         Ingat aturan dan ketentuan yang berlaku, hasil juga akan berbeda-beda pada setiap orang, tergantung pemakaian dan penerapan tips dan trik di atas, selamat mencoba dan semoga berhasil menarik perhatian. 
This is my story, how about you?

Kamis, 07 Juni 2012

It is very ADDICTED!!

         "Kamu tahu konsekuensinya jika kamu memilih ini? Sudah kamu pikirkan baik-baik jawabanmu?"

         Inilah salah satu pertanyaan yang paling membuatku berpikir saat interview kerja kemarin. Ada orang yang bisa menjawab pertanyaan itu dengan ringan, ada juga yang berpikir jauh sebelum menjawabnya. Kenapa? Coba anda bayangkan sebuah lemari, saya pribadi secara sederhana akan membayangkan sebuah benda kotak dari kayu dan tengahnya bolong, tapi tahukah bahwa lemari bagi seseorang mungkin adalah sebuah "ruang" untuk menyimpan berbagai perhiasan, sepatu, baju, boneka, dan lain-lain. Yep, lagi-lagi perbedaan sudut pandang dan cara berpikir, HUMAN IS UNIQUE, kita ngga bisa nge-judge seseorang itu salah hanya karena dia berpikir beda dari kita.

         Kembali lagi ke topik, setelah pertanyaan itu kujawab, aku menyadari betapa lemahnya posisiku saat itu, kalian pasti tahulah nasib para figuran dalam film laga, yang sudah tahu akan kalah dari si tokoh utama tapi tetep aja berusaha melawan karena tuntutan skenario, yaa... bonyok deh. Sesaat kemudian aku seperti melihat tulisan berjalan pada etalase toko, "seandainya", yak ini dia kelemahan manusia, selalu menyesali masa lalu, kegagalan, kesalahan, kekurangan, kepahitan, dan masih banyak lagi sejenisnya yang akan membuat kita mabuk, nge-fly, kemudian ketagihan untuk terpuruk dan menyalahkan keadaan. Apakah itu yang terbaik? (ngutip dari tulisan seseorang)

         Pernah ngliat tree of decision? Itu adalah gambar pohon yang bercabang-cabang sejak keputusan pertama yang kita ambil, di tiap akhir dari cabang itu menanti sebuah konsekuensi yang akan dilanjutkan dengan cabang-cabang lainnya, begitu terus sampai pada garis yang disebut END (itulah akhir hidup kita). Saat kita berkata seandainya aku dulu begini begitu, coba pikirkan konsekuensi yang menunggu kita di akhir keputusan kita, dan itu masih akan terus bercabang dan berlanjut. Apakah kamu yakin kalau kata "seandainya" itu terjadi, hidupmu akan lebih baik dari sekarang? Atau kamu akan semakin mabuk dan ketagihan dengan keterpurukan yang lebih maknyus?

         Well, that is life, and life must go on, he won't waiting for you to raise when you're down. Aku hanya percaya bahwa apapun yang telah aku putuskan, itulah yang terbaik untukku dan apapun konsekuensinya mau tidak mau itulah skenarioku, aku hanya perlu terus bangkit dan maju apapun masa laluku, bersyukur untuk setiap apa yang kumiliki dan setiap keadaan yang ada di sekelilingku. HE is the one who will help me to face every consequence of my decision as long as I rely my life to HIM. So... masih pengen mikir-mikir lagi?

This is my story, how about you?

Jumat, 01 Juni 2012

Imagination is wonderful :3


Imagination is worthy!

         Pernahkah kalian membaca novel-novel terkenal seperti harry potter, davinci code, lord of the ring, atau novel legendaris lainnya yang berkesan bagi kalian? Pernah lihat versi film dari novel kalian (kalau ada)? Banyak orang yang "sangat" sangat kecewa dengan versi film dari novel favorit mereka, tapi tidak sedikit juga yang berdecak kagum dengan realisasi kisah dari novel itu, kenapa? Karena saat membaca dan mendengar kita bisa terbang sejauh sayap imajinasi membawa kita, tidak lebih dan tidak kurang, sedangkan saat melihat sesuatu yang terealisasi kita hanya bisa menikmati sebatas imajinasi sang sutradara, sejauh mana kalian terbang dengan sayap kalian dibandingkan sayap imajinasi sang sutradara, itulah yang menentukan apakah akan kecewa atau berdecak kagum. Kalian boleh saja membuat sebuah tulisan detail mengenai istana terkenal di inggris dengan sepasang menara, cerobong asap, parit, benteng atau apapun, tapi itu hanya akan menjadi sebuah gubuk reyot yang besar tanpa imajinasi yang kental dan manis dari sang pembaca. Apapun yang kita tulis ataupun kita dongengkan hanya akan terbang sejauh sayap imajinasi si pembaca atau pendengar. Tulislah “Harvard”, bagi mereka yang mengerti tentu akan menganggap itu WAhH!! Tapi bagi yang tidak mengerti, ngg... ya itu universitas, that’s it.

         Imajinasi memang tidak nyata, tapi ia asli, ia orisinal, ia tidak perlu meniru, bukan sesuatu yang palsu. Pernahkan kalian melihat gambar-gambar karya anak kecil? Saat kita menceritakan tentang kuda dan meminta mereka menuangkannya ke selembar kertas, mungkin kita akan tertawa terbahak-bahak melihat hasilnya dan mengatakan "Itu jelas-jelas bukan kuda!" Ada yang menggambar kuda belang-belang warna biru, ada yang menggambar kuda bertanduk, bahkan ada yang melukiskan kuda mainan dengan roda di kakinya, jelas itu kuda palsu, tapi itu asli untuk mereka, itulah kuda bagi mereka, karena mereka menggambarkan sejauh imajinasinya. Kita seringkali menganggap imajinasi tidak penting karena ia tidak nyata, pengetahuan dan fakta dianggap lebih penting karena lebih realistis, tapi imajinasi jauh lebih berwarna, di dalamnya kita menciptakan apa yang bahkan tak pernah kita ketahui, yang tak pernah kita lihat, yang tak pernah kita pegang, membuat hidup kita serasa lebih hidup (bagi sebagian orang, seperti spongebob). Well, memang imajinasi itu tidak nyata, jadi penting ataupun tidak, silahkan menilainya sendiri.

This is my story, how about you?

Filosofi dalam secangkir kopi hangat?


         Sore ini aku menyeduh secangkir kopi instant seperti biasanya, aku suka aroma kopi yang harum dan bervariasi, aku menikmati sensasi pahit manis yang hangat melewati tenggorokanku, mengalir seteguk demi seteguk mengisi perutku, itulah yang kurasakan tiap hari, hanya saja tadi mendadak terpikirkan olehku sesuatu yang berbeda dari biasanya, sesuatu yang mungkin bisa aku bagikan kepada kalian yang membacanya, tolong garis bawahi kata "mungkin".
         Pernahkah kalian menyentuh sesuatu yang panas kemudian secara reflek melepas atau melemparkannya? Bagaimana jika kalian dengan sadar memegang sebuah cangkir berisi bubuk kopi dan menuangkan air panas ke dalamnya? Tangan kalian pastinya akan merasakan panas bukan? Tapi apakah kalian akan melepaskan pegangan kalian dari cangkir itu? Seharusnya tidak, karena kita tahu bahwa cangkir itu akan jatuh dan pecah dan kopi itu akan tumpah jika kita melepaskannya.
         Pernahkah terpikir kenapa Tuhan tidak meninggalkan kita saat kita melenceng dalam dosa, saat kita jatuh dalam kesalahan kita? Dalam artian, Bapa masih memberkati kita, melindungi kita, bahkan sama seperti di saat kita mengikuti Nya, saat kita menyenangkan hati Nya. Pernahkah kalian berpikir bahwa kita adalah cangkir-cangkir kesayangan Tuhan? Sebagaimana kita menjaga cangkir kesayangan kita, Dia akan tetap memegang erat kita walaupun cangkir kita panas dan melukai tangan Nya, karena Dia tahu bahwa kita akan hancur berkeping-keping jika Dia melepaskan kita? Begitu besar kasih Nya pada kita bukan?
         Kalau Bapa sayang pada kita lantas kenapa Tuhan izinkan pencobaan selalu datang di hidup kita? Kenapa juga pencobaan yang kita hadapi seringkali terkesan lebih berat daripada yang lain? Tahukan untuk apa kita menuangkan air panas ke dalam cangkir berisi bubuk kopi? Agar kopi itu terseduh matang dan menghasilkan aroma yang harum dengan rasa pahit yang unik yang disukai banyak orang yang menikmatinya. Tahukah kalian bahwa bubuk kopi yang berbeda membutuhkan derajat panas air dan waktu penyeduhan yang berbeda untuk menarik aroma dan rasa terbaiknya? Begitu pula kita manusia, membutuhkan asahan yang berbeda untuk menjadikan yang terbaik dari diri kita.
         Tuhan mengerti masing-masing pribadi kita, Dia mengenal baik cangkir-cangkir kesayangannya, Dia memahami bubuk kopi apa yang ada di dalam kita, Dia mengerti kapasitas kita, dan Dia mengerti bagaimana untuk menjadikan yang terbaik dari diri kita, karena itulah Bapa mengizinkan pencobaan yang berbeda-beda (yang tak pernah lebih besar dari kemampuan kita) hadir dalam hidup kita, untuk menyeduh kita sehingga kita matang dan berkenan di hadapannya juga bagi orang-orang di sekitar kita. Berhubung secangkir kopiku sudah habis hingga tetes terakhir, maka sampai disini juga tulisanku, suwuunn...

This is my story, how about you?