Paskah kali ini aku mengalami kejadian yang unik, dimana aku menyadari bahwa aku melakukan kesalahan, sebut saja itu dosa (ingat! dalam kekristenan tidak ada pemberian rating untuk ukuran kesalahan, peduli amat kau maling ayam atau maling gajah, dosa tetaplah dosa) dan hari itu (kamis putih) aku memutuskan untuk "rehat" dari ibadah pemuda di gerejaku, entah kenapa rasanya maleeeesss banget. Keesokan harinya, saat aku sedang asyik browsing internet, tiba-tiba terdengar sebuah kalimat dalam pikiranku. "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini." Hemm... aku jelas pernah denger kalimat itu, ada rasa penasaran yang lalu lalang di hati, tapi antara buka alkitab ma buka mozilla... ok lah, buka alkitab sbentar, pakai fitur search di aplikasi alkitab, cepat sajalah ktemunya.
Yohanes 3 : 16. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.Owhh... ayat yang sudah sering aku baca, emang sih pas banget ma tema paskah, tapi apa yang spesial? Kenapa aku diingatkan tentang ini? Saat mau nutup tuh aplikasi alkitab, tiba-tiba ada dorongan untuk membaca sedikit lanjutannya, dan sampailah pada ayat-ayat yang membuatku termenung untuk beberapa menit lamanya.
Yohanes 3 : 19 - 21. Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah."Ngg... sepertinya memang inilah yang Tuhan ingin aku baca, Roh Kudus dalam hatiku tahu kalau aku lagi nakal + bandel sehingga aku diingatkan. Ayat itu memngajarkan salah satu cara bagaimana membedakan antara perbuatan yang benar dan yang salah, cukup jelas bukan? Saat melakukan kesalahan sifatku benar-benar seperti anak kecil yang menyembunyikan jejak kenakalannya, malu, takut, cemas. Well perasaan kali ini menghantuiku cukup lama, sampai malamnya aku datang ke kebaktian jumat agung.
Pada awal worship, perasaanku benar-benar ngga tenang, ngga semangat, tapi hatiku terus mengatakan "sembah sembah sembahlah Tuhanmu, lepaskan bebanmu di luar, berikan hatimu." Yawda alhasil nyanyi aja dah, sedikit demi sedikit perasaanku semakin dilegakan, ada rasa damai, ada sukacita yang unik (mulutku tiba-tiba saja tersenyum, hampir tertawa). Ketika pak gembala menyampaikan firman Tuhan, sekali lagi aku diberikan sesuatu yang meneguhkan.
Mazmur 103 : 8 -13. TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam.Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia; sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita. Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.Singkat cerita, malam itu aku hanya bisa diam dan tertawa, serasa kayak anak kecil yang dipeluk Papa nya saat nakal, hangat, nyaman. Aku jadi teringat saat dulu aku memeluk salah satu anak bernama Ata, sekarang aku tahu rasanya, dan aku pengen lagi >.< well, happy easter again sobat!!
This is my story, how about you?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar