Minggu, 05 Agustus 2012

Children's Cry


"Children see children do, and of course their parents are what children see most."

         Mama papa bertanya darimana aku belajar menyakiti dengan perkataanku? Darimana aku belajar membanting pintu? Darimana aku yang masih kecil belajar mengatakan kepalsuan? Kenapa aku mencuri uang kecil yang ada di laci? Kenapa aku selalu berkeliaran dengan anak kampung yang nakal? Kenapa aku tidak pernah mendengar nasihat kalian? Mama papa selalu bertanya padaku dengan lecutan rotan yang panas, dengan nada dan irama yang menyesakkan hati, tapi pernahkah mama papa mendengarkan jawabku?
         Masih ingatkah papa ketika mengata-ngatai mama sampai menangis hanya karena kehilangan dompet dan uang belanja? Atau ketika mama membanting pintu gudang dan mengurungku di dalam kegelapan ketika aku memecahkan piring kesayangan mama? Atau tahukah mama papa saat aku mengatakan lapar tapi mama papa terlalu sibuk dengan nota-nota dan kertas tagihan? Aku ingin merasakan kehangatan d rumah, yang kurasakan itu bersama teman-temanku yang bebas di jalanan. Aku ingin mama papa mmelukku di saat aku sedih, bermain bersamaku di saat aku senang, makan bersamaku di saat aku lapar, tapi...
         Mama papa mendidikku dengan keras dan mengharapkan aku berhati lembut? Mama papa menghajarku dan berharap aku menjadi penyayang? Mama papa selalu mengajukan pendidikan sekolah, kuliah, atau ibadahku di gereja sebagai alasan bahwa ak harus menjadi baik, tapi tahukah bahwa mama papa adalah teladan pertamaku? Apa yang aku pelajari, bagaimana aku bersikap, bagaimana aku berbicara, kita bagai bayang dalam cermin bukan? Jangan membanggakan diri kalian atas aku di saat aku berhasil tapi menimpakan semua beban kesalahan di saat aku gagal, seolah aku anak buangan. Aku mencintai kalian dan aku ingin dicintai oleh mama papa juga.
         Mama papa selalu mengatasnamakan cinta atas semua yang kalian lakukan padaku, tapi pernahkah mama papa mngerti apa yang kurasakan? Cinta itu hanya bisa disentuh oleh perasaan, tapi yang mama papa pikirkan dan kerjakan bukan sesuatu yang kurasakan itu cinta. Mama papa selalu memaksakan padaku apa yang menurut kalian benar, tapi bukankah mama papa manusia yang bisa salah? Bukankah aku yang harus menjalani semua, aku tertekan, dan aku ingin berteriak, dan aku ingin menangis. Mengertilah.... kumohon mengertilah... aku tak ingin seperti ini, ajarkan aku kebaikan, kelembutan, kesabaran, pengertian, teladankanlah padaku, lebih dari ribuan nasihat kosong.
         Tak sadarkah anda bahwa hampir 100% anak yang bermasalah dalam lingkungannya, menjadi pelaku kekerasan, pemakai obat-obatan, seks bebas, koruptor, penipu, bahkan korban bunuh diri, memiliki hubungan yang gelap, jauh, dan suram dengan keluarganya, orang tuanya, mama papanya. Tidak ada anak yang terlahir jahat, satu pun tidak, semua hanya karena salah asuhan. Cintailah anak anda, belajarlah bagaimana mendidik mereka dengan benar, dan jadilah teladan, agar bibit-bibit yang anda pegang tidak menjadi benalu di kemudian hari, biarkan mereka menjadi pohon besar yang bertahan dari kemarahan angin dan hujan sampai saatnya pelangi tersenyum dan matahari merekah.

This is my story, how about you?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar