"Children see children do, and of course their parents are what children see most."
Mama papa bertanya darimana
aku belajar menyakiti dengan perkataanku? Darimana aku belajar membanting
pintu? Darimana aku yang masih kecil belajar mengatakan kepalsuan? Kenapa aku
mencuri uang kecil yang ada di laci? Kenapa aku selalu berkeliaran dengan anak
kampung yang nakal? Kenapa aku tidak pernah mendengar nasihat kalian? Mama papa
selalu bertanya padaku dengan lecutan rotan yang panas, dengan nada dan irama
yang menyesakkan hati, tapi pernahkah mama papa mendengarkan jawabku?
Masih ingatkah papa ketika
mengata-ngatai mama sampai menangis hanya karena kehilangan dompet dan uang
belanja? Atau ketika mama membanting pintu gudang dan mengurungku di dalam
kegelapan ketika aku memecahkan piring kesayangan mama? Atau tahukah mama papa
saat aku mengatakan lapar tapi mama papa terlalu sibuk dengan nota-nota dan
kertas tagihan? Aku ingin merasakan kehangatan d rumah, yang kurasakan itu
bersama teman-temanku yang bebas di jalanan. Aku ingin mama papa mmelukku di
saat aku sedih, bermain bersamaku di saat aku senang, makan bersamaku di saat
aku lapar, tapi...
Mama papa mendidikku dengan keras dan
mengharapkan aku berhati lembut? Mama papa menghajarku dan berharap aku menjadi
penyayang? Mama papa selalu mengajukan pendidikan sekolah, kuliah, atau
ibadahku di gereja sebagai alasan bahwa ak harus menjadi baik, tapi tahukah
bahwa mama papa adalah teladan pertamaku? Apa yang aku pelajari, bagaimana aku
bersikap, bagaimana aku berbicara, kita bagai bayang dalam cermin bukan? Jangan
membanggakan diri kalian atas aku di saat aku berhasil tapi menimpakan semua
beban kesalahan di saat aku gagal, seolah aku anak buangan. Aku mencintai kalian
dan aku ingin dicintai oleh mama papa juga.
Mama papa selalu mengatasnamakan cinta
atas semua yang kalian lakukan padaku, tapi pernahkah mama papa mngerti apa
yang kurasakan? Cinta itu hanya bisa disentuh oleh perasaan, tapi yang mama
papa pikirkan dan kerjakan bukan sesuatu yang kurasakan itu cinta. Mama papa
selalu memaksakan padaku apa yang menurut kalian benar, tapi bukankah mama papa
manusia yang bisa salah? Bukankah aku yang harus menjalani semua, aku tertekan,
dan aku ingin berteriak, dan aku ingin menangis. Mengertilah.... kumohon
mengertilah... aku tak ingin seperti ini, ajarkan aku kebaikan, kelembutan,
kesabaran, pengertian, teladankanlah padaku, lebih dari ribuan nasihat kosong.
Tak sadarkah anda bahwa hampir 100%
anak yang bermasalah dalam lingkungannya, menjadi pelaku kekerasan, pemakai
obat-obatan, seks bebas, koruptor, penipu, bahkan korban bunuh diri, memiliki
hubungan yang gelap, jauh, dan suram dengan keluarganya, orang tuanya, mama
papanya. Tidak ada anak yang terlahir jahat, satu pun tidak, semua hanya karena
salah asuhan. Cintailah anak anda, belajarlah bagaimana mendidik mereka dengan
benar, dan jadilah teladan, agar bibit-bibit yang anda pegang tidak menjadi
benalu di kemudian hari, biarkan mereka menjadi pohon besar yang bertahan dari
kemarahan angin dan hujan sampai saatnya pelangi tersenyum dan matahari merekah.
This is my story, how about you?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar