The one who loves you will choose you, not let you be the choices. (orang yang mencintaimu akan memilihmu, bukan menjadikanmu pilihan)Orang yang serius dengan pencarian pasangan hidup akan membuka pintu audisi selebar-lebarnya kepada setiap lawan jenis yang ada di sekitarnya, seperti scanner yang akan membaca setiap detail yang dapat terlihat dan filter yang akan menyaring syarat-syarat yang ditentukannya, semacam seleksi alam untuk mencari yang berkompetensi dan lolos kualifikasi gitulah. Tapi proses ini seharusnya berhenti saat kita menemukan seorang kandidat yang mungkin sesuai dengan kebutuhan kita, untuk memastikannya maka kita melakukan semacam quality control yang disebut pacaran. Pacaran adalah masa penjajakan/percobaan dimana kita berusaha untuk saling mengenali dan menyesuaikan diri dengan pasangan kita, ini adalah masa dimana dia adalah yang terpilih, yang mana bersama dirinya, kita berniat untuk melanjutkan hubungan lebih lanjut jika syarat dan ketentuan yang berlaku terpenuhi. Sayangnya banyak orang yang tetap melakukan proses audisi dan seleksi terbuka selama pacaran sehingga mindsetnya dalam pacaran berubah.
Kita semua tahu bahwa dalam setiap audisi dimana peserta atau kandidatnya banyak, maka proses eliminasi akan berlangsung dengan mudahnya, tidak perlu terlalu banyak pertimbangan karena masih banyak pilihan yang lebih baik, semakin banyak kandidat semakin mudah eliminasi dilakukan, begitu juga dengan relationship. Jika kita pacaran dengan mindset "pasangan kita adalah yang terpilih (sementara)" maka kita akan sangat hati-hati dalam memperlakukannya, berusaha untuk lebih mengerti, berusaha menyesuaikan diri, dan eliminasi hanya akan terjadi saat kita benar-benar sampai pada titik yang tidak bisa disatukan. Jika mindset kita "pasangan adalah pilihan dan masih banyak yang menanti di luar sana" (meskipun memang demikian kenyataannya) maka saat ada masalah atau sedikit ketidakcocokan, kita akan dengan mudah memilih untuk putus, berhenti, menyerah, ganti pasangan, tanpa berusaha untuk melakukan penyesuaian atau menambah pengertian.
"Lah aku ngga seperti itu koq, aku setia ma pacarku, si ini kan cmn tak anggep ko2/ka2k ku aj, si itu kan cmn temen kecilku, si A itu cmn temen kuliah, si B cmn temen ngobrol aj." Tapi kenyataan yang sering terjadi adalah "temen" jadi "demen". Jika kita terlalu banyak dekat dengan lawan jenis yang "menarik dan terasa lebih perhatian" maka saat ada masalah dengan pasangan kita, tanpa sadar kita akan mendekat kepada mereka, hanya sekedar curhat, chat, sms, telp-an, atau mungkin dolan supaya ngga terlalu kepikiran tapi saat itulah proses audisi dan seleksi kembali terjadi, dan pasangan kita bukan lagi "the chosen" tapi hanya sekedar "one of the choices". Yah, terserah apakah kita mau mengakuinya atau tidak, mungkin tidak semua orang seperti ini, tapi banyak kasus yang sering kutemui sepanjang perjalanan (Bgm : Berita Kepada Kawan - Ebiet G. Ade). Dan termasuk yang manakah anda? It's your choice, you decide.
Jangan mencobai pasanganmu dengan banyaknya lawan jenis di sekitarmu.
This is my story, how about you?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar