Imagination is worthy!
Pernahkah kalian membaca novel-novel terkenal
seperti harry potter, davinci code, lord of the ring, atau novel legendaris
lainnya yang berkesan bagi kalian? Pernah lihat versi film dari novel kalian
(kalau ada)? Banyak orang yang "sangat" sangat kecewa dengan versi
film dari novel favorit mereka, tapi tidak sedikit juga yang berdecak kagum
dengan realisasi kisah dari novel itu, kenapa? Karena saat membaca dan
mendengar kita bisa terbang sejauh sayap imajinasi membawa kita, tidak lebih
dan tidak kurang, sedangkan saat melihat sesuatu yang terealisasi kita hanya
bisa menikmati sebatas imajinasi sang sutradara, sejauh mana kalian terbang
dengan sayap kalian dibandingkan sayap imajinasi sang sutradara, itulah yang
menentukan apakah akan kecewa atau berdecak kagum. Kalian boleh saja membuat
sebuah tulisan detail mengenai istana terkenal di inggris dengan sepasang
menara, cerobong asap, parit, benteng atau apapun, tapi itu hanya akan menjadi
sebuah gubuk reyot yang besar tanpa imajinasi yang kental dan manis dari sang
pembaca. Apapun yang kita tulis ataupun kita dongengkan hanya akan terbang
sejauh sayap imajinasi si pembaca atau pendengar. Tulislah “Harvard”, bagi
mereka yang mengerti tentu akan menganggap itu WAhH!! Tapi bagi yang tidak
mengerti, ngg... ya itu universitas, that’s it.
Imajinasi memang tidak nyata, tapi ia
asli, ia orisinal, ia tidak perlu meniru, bukan sesuatu yang palsu. Pernahkan kalian
melihat gambar-gambar karya anak kecil? Saat kita menceritakan tentang kuda dan
meminta mereka menuangkannya ke selembar kertas, mungkin kita akan tertawa terbahak-bahak
melihat hasilnya dan mengatakan "Itu jelas-jelas bukan kuda!" Ada yang menggambar kuda belang-belang warna biru, ada yang menggambar kuda bertanduk, bahkan
ada yang melukiskan kuda mainan dengan roda di kakinya, jelas itu kuda palsu,
tapi itu asli untuk mereka, itulah kuda bagi mereka, karena mereka
menggambarkan sejauh imajinasinya. Kita seringkali menganggap imajinasi tidak
penting karena ia tidak nyata, pengetahuan dan fakta dianggap lebih penting karena
lebih realistis, tapi imajinasi jauh lebih berwarna, di dalamnya kita
menciptakan apa yang bahkan tak pernah kita ketahui, yang tak pernah kita
lihat, yang tak pernah kita pegang, membuat hidup kita serasa lebih hidup (bagi
sebagian orang, seperti spongebob). Well, memang imajinasi itu tidak nyata,
jadi penting ataupun tidak, silahkan menilainya sendiri.
This is my story, how about
you?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar