Ada saat dimana orang terkuat di dunia hanya bisa gigit jari tak berdaya
Ada waktu dimana komedian terlucu pun hanya bisa menangis tanpa suara
Ada momen dimana aktor ternama hanya bisa memerankan figuran tak berarti
Jika Tuhan izinkan hal itu terjadi, maka kita hanya bisa bersandar pada-Nya
Berharap kasih dan anugrah-Nya yang akan menolong kita
Kejadian semalam "memaksa"ku ingat untuk berdoa secara khusus, saat-saat dimana aku hanya bisa melihatnya kesakitan tapi tak bisa melakukan apapun. I hate this feel! Sigh... (serasa dilemparin panci ma anak sendiri, glodak!!) Sifat melankolis memang membuatku sedikit banyak mengerti perasaan orang lain, tapi juga seringkali membawa perasaanku terlalu jauh saat berhubungan dengan orang yang aku sayang.
Takut khawatir cemas takut khawatir cemas takut khawatir... (silahkan diulang sepanjang-panjangnya menurut situasi dan kondisi yang anda hadapi saat ini xixixi...). Waiiiittt... it's time to stop! Semalam pun aku merasakan hal yang sama, tapi kemudian aku ingat sesuatu (aku ingetnya yg bahasa indonesia sih, tapi karena yang bahasa inggris keren, jadi yaa...) :
The LORD is my light and my salvation— whom shall I fear?Intinya adalah, jika kamu percaya Tuhanmu (It's my Jesus) adalah Tuhan yang BESAR, maka yakinlah bahwa masalahmu itu kecil bagi-Nya. Karena itulah pentingnya memiliki pasangan hidup yang seiman, karena saat yang satu mengalami masalah dan yang lain tak dapat menolong, maka kita memiliki Tuhan yang sama yang bisa menolong kita hehehe...
The LORD is the stronghold of my life—of whom shall I be afraid
Akhir kata, dig dug dig dug... kemarin malem aku dikasih bunga mawar lewat webcam (walaupun dsaat-saat terakhir tuh mawar dipukulin ke muka -_-a) so "It" will grow again and again <3 tapi kayaknya emang harus complicated dulu dah (aarrghh... this time I hate to wait), karena ada syarat "semester 6" sih, but... I really love you (whatever the consequences).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar