Seorang pria membanting
celengan hasil kerja keras nya selama 3 bulan dan menukarnya dengan
sebuah jam tangan bermerk dari Italia. Selama hidupnya, jam tangan itu
adalah harta yang paling bernilai dari segi nominal, yang didapatnya
dari kerja kerasnya sendiri.
Seorang ibu melihat anaknya yang masih kecil tertatih-tatih saat membantu pekerjaannya, maka timbullah rasa khawatir di hatinya, karena walaupun anaknya hanya diam, walaupun anaknya mengatakan dia tidak apa-apa dan masih kuat, tapi sang ibu tahu anaknya lelah. Apakah karena kasihnya, sang ibu akan mendiamkan anaknya? Tidak, walaupun akan dibilang cerewet atau apapun, sang ibu tetap menasihati anaknya.Seorang ayah yang menunggui anaknya yang sedang sakit, dia melihat anaknya hanya bisa terbaring lunglai di ranjang, tertawa terbahak-bahak, melakukan tingkah-tingkah konyol yang menggelikan, mencoba selalu tersenyum. Apakah sang ayah akan mempercayai anaknya dan bahagia? Tidak, karena sang ayah mengerti apa yang dirasakan anaknya walaupun anaknya tidak berkata apapun, karena kasihnya, bahkan sang ayah merasa bersalah karena tidak bisa menjagai anaknya.
Orang yang mengasihi kita seringkali terkesan tidak percaya dengan apa yang kita katakan, kenapa? Karena terkadang mereka lebih mengerti kita, mereka tahu bagian-bagian hidup kita yang bahkan kita sendiri tidak sadari. Saat kita berkata baik-baik saja namun kita terluka, saat kita berkata kuat namun kita kelelahan, saat kita berkata kita bahagia namun menangis tercekat, saat kita bilang tidak ada apa-apa namun kita berubah sikap.Aku sudah sering dicereweti oleh kedua orang tuaku karena berbagai hal, mulai dari yang sekecil debu sampai yang sebesar gajah, dan aku bersyukur untuk itu walaupun terkadang jengkel dari ujung tumit sampai ubun-ubun, tapi aku tahu bahwa mereka tidak melakukan itu karena membenciku melainkan karena mereka khawatir, peduli, dan tahu sifatku. Di saat aku berhasil menunjukkan bahwa aku benar baik-baik saja mereka pun tidak mempermasalahkannya.Itulah salah satu bentuk kasih yang aku tahu, "perhatian dan teguran", walau terkadang saat kita berlebihan akan bisa menyakiti orang yang kita kasihi.Sekedar menulis untuk berbagi.
Berlapis emas 22 karat, dicolok dengan beberapa potong ruby bersertifikat resmi, mesin mekanik dengan teknologi tercanggih yang ada saat ini dan dijamin tidak akan meleset, jam ini dijamin anti gores, anti karat, tahan banting, tahan api dan tahan air, dan masih banyak fitur-fitur bla bla bla lainnya, termasuk kain lap yang disertakan untuk membersihkan debu.Pria itu benar-benar menyukai jam tangan tersebut, barang yang berharga. Pria itu tentu tahu dengan fitur dan ketahanan dari jam tersebut, tapi apakah pria itu mencobai benda berharganya sendiri? Apakah dia akan membiarkan jam tangannya mencium aspal, terjilat oleh api, atau tercelup air? Kenapa?Saya yakin pertanyaan itu tidak perlu dijawab lagi, karena pasti anda sudah tahu jawabannya.Notes ini ditulis karena terinspirasi oleh orang tua ku sendiri, mam pap yang menghargai aku, yang percaya kepadaku, yang mengasihi aku. Jika seorang pria dapat menghargai barangnya sampai seperti itu, bagaimanakah kita kepada orang yang kita sayangi?
Seorang ibu melihat anaknya yang masih kecil tertatih-tatih saat membantu pekerjaannya, maka timbullah rasa khawatir di hatinya, karena walaupun anaknya hanya diam, walaupun anaknya mengatakan dia tidak apa-apa dan masih kuat, tapi sang ibu tahu anaknya lelah. Apakah karena kasihnya, sang ibu akan mendiamkan anaknya? Tidak, walaupun akan dibilang cerewet atau apapun, sang ibu tetap menasihati anaknya.Seorang ayah yang menunggui anaknya yang sedang sakit, dia melihat anaknya hanya bisa terbaring lunglai di ranjang, tertawa terbahak-bahak, melakukan tingkah-tingkah konyol yang menggelikan, mencoba selalu tersenyum. Apakah sang ayah akan mempercayai anaknya dan bahagia? Tidak, karena sang ayah mengerti apa yang dirasakan anaknya walaupun anaknya tidak berkata apapun, karena kasihnya, bahkan sang ayah merasa bersalah karena tidak bisa menjagai anaknya.
Orang yang mengasihi kita seringkali terkesan tidak percaya dengan apa yang kita katakan, kenapa? Karena terkadang mereka lebih mengerti kita, mereka tahu bagian-bagian hidup kita yang bahkan kita sendiri tidak sadari. Saat kita berkata baik-baik saja namun kita terluka, saat kita berkata kuat namun kita kelelahan, saat kita berkata kita bahagia namun menangis tercekat, saat kita bilang tidak ada apa-apa namun kita berubah sikap.Aku sudah sering dicereweti oleh kedua orang tuaku karena berbagai hal, mulai dari yang sekecil debu sampai yang sebesar gajah, dan aku bersyukur untuk itu walaupun terkadang jengkel dari ujung tumit sampai ubun-ubun, tapi aku tahu bahwa mereka tidak melakukan itu karena membenciku melainkan karena mereka khawatir, peduli, dan tahu sifatku. Di saat aku berhasil menunjukkan bahwa aku benar baik-baik saja mereka pun tidak mempermasalahkannya.Itulah salah satu bentuk kasih yang aku tahu, "perhatian dan teguran", walau terkadang saat kita berlebihan akan bisa menyakiti orang yang kita kasihi.Sekedar menulis untuk berbagi.
This is my story, how about you?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar