Rabu, 07 Maret 2012

Tidak ada yang salah, hanya saja semua ada konsekuensinya.

         Hey, do you believe in miracle? Akhir-akhir ini hidupku seperti dalam dunia keajaiban, dimana segala sesuatunya bisa terjadi. Aku tahu semua keajaiban datangnya dari kasih karunia Tuhan, tapi bulan ini aku merasa benar-benar Tuhan sedang menjawab doa-doaku. Mulai dari perasaanku yang ngga jelas dan akhirnya aku bersamanya, keluargaku yang sedang "panas" mulai didamaikan, pekerjaan yang aku tunggu-tunggu mulai menampakkan ekornya (walaupun belum pasti sih). Kesimpulannya adalah mimpiku sedikit demi sedikit mulai terbentuk kembali (dan harus mulai diwujudkan).

         Mengenai impianku "mungkin" sedikit berbeda dengan orang lain, (sementara mereka menafsirkan impian mereka dengan cita-cita atau profesi yang mereka idamkan, ambisi yang ingin mereka capai, atau bahkan sesuatu yang ngga masuk akal sama sekali layaknya dongeng-dongeng atau cerita rakyat) aku cenderung menginginkan sesuatu yang realistis, sederhana, tapi sekaligus kompleks, "A little simple happy family!" not a perfect one but complete each other, not without any problems but solve it together, a simple one but enough of His grace, understand each other, love each other (susah juga kan walaupun kayaknya sederhana).

         Ngg... untuk mewujudkan mimpi itu setidaknya aku harus menemukan dua hal :
1. Soulmates, yang bisa saling melengkapi seperti sepasang sayap, bukan mate seperti sendok dan garpu (karena garpu biasa selingkuh ma pisau sih kalau disodorin steak -_-a)
2. Job, entah job seperti apa yang Tuhan tunjukkan padaku, tapi yang pasti bukan job yang membuatku harus meninggalkan keluargaku untuk waktu yang lama. (kebayang adegan sinetron dimana si bapak baru pulang setelah tugas kluar negeri dalam waktu lama, tiba-tiba ketemu anaknya yang udah gede, "Om siapa?" Nah lhooo... macam bang toyip aja ga pulang-pulang).

         Untuk saat ini (dan semoga seterusnya, amin amin) aku sudah ngga perlu mikir yang pertama, yang jadi pergumulan terkini adalah yang kedua. Well, singkat cerita saat ini aku belum dapet kerjaan, lamaran-lamaran udah dikirim, dan sekarang tinggal berserah pada-Nya yang merancangkan segala sesuatu yang terbaik. Doa doa doa... dan tiba-tiba kemarin ada telepon, ngg... nomor jakarta, ok angkat dulu, bla bla bla... singkat ceritanya lagi, itu adalah dari salah satu perusahaan yang aku lamar dan mereka hanya menanyakan lokasiku dan memberitahu kalau akan segera menghubungi lagi (tapi dari cabang di lokasi terdekat). Ok, maybe this is the way from Him.

         Back to the yahoo messenger and webcam. When I told her about the call she is smiling and congratz me, but I saw her sad face, even if it is just for a few seconds, but don't know why I could see it. Aku sadar kalau tempat kerjaku jauh maka aku ngga akan bisa menemaninya saat dia pulang liburan musim dingin nanti, padahal itu adalah waktu singkat yang akan sangat berharga nantinya. "Skala prioritas" itu yang akhirnya terpikirkan olehku, "aku bekerja untuk mewujudkan mimpiku, bukan bermimpi untuk menggapai pekerjaanku", toh berkat Tuhan ada dimana-mana, hidupku bergantung pada Tuhan, bukan pada perusahaan, dan aku juga ngga mau membuat orang yang sayang padaku jadi sedih cuman gara-gara ini, so...

         Jangan mengkhawatirkan sesuatu yang bahkan belum terjadi, Tuhan tahu yang terbaik koq, dan seandainya pun aku melewatkan yang satu ini aku yakin berkat-Nya ngga berhenti sampai di sini, aku hanya akan melewatkan satu dari sekian banyak jalan yang dirancangkan Tuhan untuk memberkatiku. Semua keputusan memang selalu ada konsekuensinya, tapi bukan berarti keputusan yang satu adalah salah dan yang lain sudah pasti benar, tidak ada harga mutlak untuk semuanya itu, jadi mari berdoa lagi untuk ending yang baik hehe... SMANGAATT!!

This is my story, how about you?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar