Jumat, 16 Maret 2012

Who is your match mate?

"Sudah ngga cocok, terlalu banyak perbedaan, bukan jodoh, sering bertengkar, ngga ada lagi persamaan, bla bla bla..."
         Pernahkah kalian mendengar, membaca (atau apa lah caranya) kalimat di atas, terutama saat ada pasangan yang bercerai atau berpisah menjelaskan alasan mereka? Well, a match mate isn't the similar one (pasangan yang cocok bukanlah yang sama). Jadi keinget satu permainan yang namanya "match them out", dalam permainan ini kita memasangkan dua gambar yang kita anggap cocok (bukan gambar yang sama lho), misal : bantal dan guling, kereta api dan relnya, yah something like that. Waktu itu ada gambar sendok, garpu, dan pisau, yah aku spontan bingung, ini garpu bule apa garpu lokal? Kalau tuh garpu bule dia pasti ok aj dipasangin ma pisau, tapi kalau lokal pasti lebih milih ama sendok. Belum lagi ada gambar celana jeans, t-shirt, ma rok mini, ini t-shirt dipasangin ma yang mana? Yang pake cewe apa cowo? Kalau cewe dia feminim apa tomboy? Aku pribadi suka kalau cewe pake rok (tapi kalau terlalu mini, ngg,,, gawat atuh >.<) tapi juga ngga keberatan kalau cewe milih pake celana jeans untuk bepergian.

         Ilustrasi di atas juga sama dengan pemikiranku mengenai pasangan yang cocok. Pasangan yang cocok bukan berarti harus sama, bukan berarti mereka terlihat sempurna saat bersama, karena pasangan yang cocok pun pasti masih terlihat ada kekurangan dan kelebihannya. Lihatlah sendok dan garpu, mereka memang pas saat kita menikmati nasi padang, tapi bagaimana bila yang dihidangkan adalah steak? Pasangan yang cocok itu harus bisa saling mengerti, saling menguatkan, saling percaya, saling melengkapi, dan saling-saling lainnya (yang positif aja, jangan saling *teflon, saling cokot, saling selingkuh) untuk mencapai tujuan bersama. Saat kita menemukan pasangan yang cocok, apakah takkan ada masalah? Ngimpiii!! Justru masalah adalah alat yang diizinkan Tuhan ada dalam hidup "kita" untuk memperkuat suatu hubungan, saat satu pasangan berhasil melewati masalah bersama (dengan respon yang tepat) maka ikatan hubungan mereka akan makin erat dan kuat. Tak boleh ada kata egois yang berlebihan dalam hubungan, percayalah pada pasanganmu apapun situasinya, if he/she is your mate then he/she will understand you and accept you just the way you are, tapi jika kamu terus berlari dan berharap pasanganmu mengerti... think again about your commitment.

        Bagaimana kalau kita menemukan pasangan yang sama dengan kita? Ehem, ini yang sedang kualami, jadi ya... biarkan aku mencobanya dulu (tapi rasanya aku bisa melakukan ini bersamanya). Banyak kali kejadian unik dimana kami seolah jadi seperti cenayang yang bisa saling menebak pikiran masing-masing (kedengerannya emang keren dan takdir banget ya haha...). Akupun terkadang merasa seolah kami sudah lamaaaaa sekali saling kenal, semakin dekat aku padanya semakin aku merasa banyak kemiripan di antara kami. Wow, I've found someone unique, what's the God plan right now? Tapi seperti yang aku bilang di atas, cocok bukan berarti sama, yang membuatku nyaman bersamanya adalah karena dia bisa mengerti aku, dia bisa menerima aku, bahkan di saat aku sedang terpuruk, di saat aku belum bisa terlalu diandalkan dia tetap percaya padaku, inilah secara singkat definisi dalam pikiranku mengenai match mate (dan akan selalu diupdate sesuai pengalaman dan pelajaran yang aku dapat).

         Lucunya adalah setelah dipikir-pikir sekarang, entah kenapa dulu waktu awal bertemu aku bahkan bisa melakukan sesuatu yang di luar perkiraan untuknya yang "pasti" takkan kulakukan untuk orang lain yang tidak terlalu kukenal (ketertarikan tanpa sadar kah?). Pernah terpikir umur hubungan kami memang masih singkat, tapi sudah terasa begitu lama, ahh... dalam masa penantian sih, menanti momen untuk bisa bertemu yang terasa begitu panjaaaangg... that's why we called it LDR, meskipun teknologi saat ini cukup canggih untuk mempersingkat jarak secara tidak langsung, tapi takkan bisa menggantikan kenangan saat bertemu bukan? Inilah "masalah" yang harus kami lalui saat ini, tapi saat kepercayaan bisa selalu dijaga maka di garis akhir nanti buahnya pasti manis, amin. :p

         Thanks to you, Honey ♥

This is my story, how about you?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar